
¤ Profesional
Profesional itu tidak hanya disandang oleh pekerja kantoran atau para bos yang berdasi dan berjas. Profesional juga bisa diterapkan bagi kita para muda-mudi usia 20-an. Dengan bersikap profesional maka orang lain akan lebih menghormati kita. Namun kebanyakan dari kita ada yang binggung, bagaimana cara bersikap profesional itu. Berikut ini beberapa cara bersikap profesional: 1. Mengerjakan yang seharusnya dikerjakan, meski tak ingin mengerjakannya Mood. Itu sangat wajar, namanya juga manusia. Yang tidak baik, apabila mengganggu ritme kerja. Apalagi mengganggu keseluruhan sistem. Kecenderungan moody biasanya dialami oleh perempuan. Meskipun demikian, tidak tertutup kemungkinan bisa pula terjadi pada laki-laki. Lalu bagaimana? Atur kondisi psikis. Yakini saja bahwa kita yang mengendalikan mood, bukan sebaliknya. 2. Marahlah pada tempatnya Marah itu juga alami. Menjadi tidak baik, jika marah kita berantai alias tidak selesai-selesai. Dan menjadi tidak baik juga jika marah kita pada satu hal, dilampiaskan pada hal lain. Atau pada satu orang, lalu dilampiaskan pada nyaris semua orang. Posisi menentukan kadar kemarahan. Bukan karena posisi lebih tinggi, lalu bebas marah-marah ke posisi yang lebih rendah? Atau merasa tersiksa karena tak bisa marah ke posisi yang lebih tinggi dari kita? Segera dinginkan kepala dan hati kita. Buang energi kemarahan itu sejenak dengan cara yang lebih baik. Lalu olah kemarahan terhadap sesuatu hal atau terhadap seseorang itu. Apakah sudah tepat tujuan dan sasaran marah itu? 3. Cepat tanggap Senang berbisnis dengan and Malas benar berurusan dengan kelambanan. Apalagi di jaman sekarang, ketika tingkat kecepatan berlaku seolah hukum rimba. Siapa yang lelet, dia yang tersingkir. 4. Melakukan yang terbaik, yang bisa diberikan Meski timbal balik yang kita terima kurang atau tidak sebanding dengan yang kita kerjakan, jika di perusahaan, menjadi : Bahkan meski peluang kenaikan gaji, jabatan, atau perolehan bonus nyaris mustahil. Berani memutuskan artinya berani terima resiko. Jika sejak awal tak sepakat dengan kewajiban yang dibebankan, kenapa mau terima? 5. Menepati janji Man in honour, keeps his words. Ini kutipan, awalnya saya kreasikan dan tujukan, pada diri saya sendiri. Sekarang, saya bagi dengan kalian semua. Tak ada yang lebih menyenangkan daripada orang-orang yang menepati janji. Maka, berhati-hatilah dalam menjanjikan sesuatu. Dan, jadilah cerdas untuk tidak mudah termakan janji-janji palsu. * * * Menjadi profesional dapat menjadi bagian dari ciri kedewasaan. Sesuai untuk usia dua puluhan bukan? Bahwa pertambahan usia menjadi bukan anak-anak dan remaja, selaras dengan pertambahan kedewasaan. Mengutip gaya iklan televisi sebuah produk : “Sudahkah Anda menjadi profesional hari ini?”
sumber twentea.com
BERAT, itulah kata yang bisa
mewakili tantangan hidup
kekinian. Orang miskin dihadang
penyakit di sana-sini. Orang
kaya alisnya dibikin berkerut
oleh berbagai masalah. Sebagian
malah sudah dipenjara, sebagian
lagi menunggu giliran untuk
beristirahat di tempat yang
sama. Manusia biasa
menggendong berbagai beban
ke sana ke mari (dari mencari
nafkah, menyekolahkan anak
sampai dengan mempersiapkan
hari tua), pejabat maupun
pengusaha juga serupa:
senantiasa ditemani masalah
kemanapun ia pergi.
~ Kalo cowok ganteng pendiam
,cewek2 bilang: woow, cool
banget…
source : humor.com
Lihat Daftar Isi !





